Tak Terima Pekerjaan Suami Dihina, Isteri Polisi Polisikan Kepala Puskesmas Simarimbun

Pematangsiantar, suarasiantar.

Ritawati boru Siboro, SKM Kepala Puskesmas Simarimbun harus berurusan dengan penyidik Unit Reskrim Polsek Siantar Marihat. Pasal-nya, Rita dipolisikan karena diduga menghina pekerjaan salah satu pegawainya, Rosenta boru Saragih.

Informasi dihimpun, penghinaan itu terjadi hari Jumat (4/10) siang di ruangan obat Puskesmas Simarimbun, Kelurahan Simarimbun, Kecamatan Siantar Marimbun.

Siang itu korban sehari-harinya bertugas sebagai bidan di Puskesmas Simarimbun itu sedang bernyanyi-nyanyi diruangan kerjanya. Tidak lama kemudian, Rita turun dari ruangan kerjanya di lantai 2 dan mau pulang ke rumahnya sembari membawa satu unit printer, sedangkan korban tidak mengetahuinya dan tetap bernyanyi-nyanyi. Saat itu korban menyanyikan lagu batak yang syair “Boan au tu jabu mi, manang tudia pe ho lao” (bawa aku ke rumah-mu, kemana pun engkau pergi).

Merasa tersinggung, Rita mendatangi korban dan marah-marah. “Siapa yang nyanyi itu?”. Korban pun menjawab “Saya, Bu”. Lalu Rita pun marah-marah, “Apa kau sindir-sindir? Mentang-mentang aku bawa printer. Ini printer sudah banyak jasanya!”

Tidak ingin ribut dengan pimpinan-nya itu, korban pun pindah ke ruangan obat. Begitu-pun, Rita tetap mengikuti sembari marah-marah. “Mau menyindir-nyindir kau! Mentang-mentang isteri polisi dan tentara kalian. Itu pun polisi biasanya, belum lagi Kapolsek!”

Mendengar hal tersebut, korban merasa tidak terima karena sudah menghina pekerjaan suaminya yang bertugas di Polsek Siantar Marihat, sehingga sore harinya korban bersama teman kerjanya Endang boru Silitonga membuat membuat laporan pengaduan ke Mako Polsek Siantar Marihat.

Endang boru Silitonga juga merasa tidak terima dengan perkataan Rita yang ikut menghina pekerjaan suaminya sebagai prajurit TNI AD atau Tentara, karena saat itu Endang juga tengah berada di ruangan obat bersama korban. Dalam laporan pengaduan tersebut, korban menjadikan dua pegawai Puskesmas lainnya yakni Ita boru Siahaan dan Desi sebagai saksi karena mendengar penghinaan yang diucapkan Rita boru Siboro.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Simarimbun Rita boru Siboro, sama sekali tidak berhasil ditemui di Puskesmas Simarimbun, karena sesuai pengakuan salah satu pegawai, Ita boru Siahaan, bahwa Rita Siboro sedang mengambil cuti tahunan.

“Ibu Kapala Puskesmas Simarimbun Rita boru Siboro tidak ada, Pak. Ibu itu sedang cuti tahunan sejak dua hari kemarin hingga dua minggu ke depan,” ujar Ita boru Siahaan, saat ditemui di Puskesmas Simarimbun, pada Selasa (8/10) siang sekira pukul 12.30 Wib.

Hanya saja Ita boru Siahaan yang jadi saksi laporan pengaduan korban enggan memberikan keterangan atau diam perihal penghinaan yang diucapkan pimpinan-nya tersebut.

Ditempat terpisah, Kapolsek Siantar Maribat, AKP Bilmar Limbong, didampingi Kanit Reskrim IPDA Ponijan Damanik, saat ditemui di ruangan kerjanya membenarkan pihaknya telah menerima laporan pengaduan korban Rosenta boru Saragih. “Benar kami ada menerimalaporan pengaduan penghinaan dengan terlapor Kepala Puskesmas Simarimbun, Rita boru Siboro. Kami masih menanganinya,” ujar Bilmar singkat.

“Kami sudah memintai keterangan korban, selanjutnya kami akan memanggil para saksi untuk dimintai keterangan,” tambah Kanit Reskrim IPDA Ponijan Damanik.

Kepala Puskesmas Simarimbun, Ritawati boru Siboro, saat dihubungi melalui pesan SMS dan Whatsapp (WA) ke nomor telepon selulernya sekira pukul 14.54 Wib hingga berita ini dikirimkan ke redaksi, sama sekali tidak memberikan balasan atau jawaban. (fred/SS).

Facebook Comments

Comment

Leave a Reply

News Feed