SRI HARAHAP; GENERASI ITU HARUS CERDAS, PAHAM BAHAYA & SEJARAH

SIANTAR, suarasiantar.com – Kalau bicara tentang Pileg dan Pilpres di ajang tahun politik, Sri Harahap menanggapinya itu hati nurani berbicara yang jelas rakyat sudah cerdas “Tetapi berbicara masalah soal narkoba  Sri begitu antusias menanggapi. Masalanya barang haram itu sangat merusak generasi muda. Kalau generasi muda mengganti generasi tua kecanduan narkoba mau dibawak kemana negara ini ?

Narkoba harus diberantas dengan serius. termasuk juga bandar-bandarnya harus disikat habis supaya mereka jerah karena yang namanya narkoba apapun itu jenisnya itu sangat berbahaya kepada generasi muda. Pokoknya peredaran narkoba harus diberantas sampai ke akar – akarnya” Kata perempuan yang aktif sebagai Wakil Ketua di PC 0216 FKPPI Kota Pematangsiantar.

Para korban narkoba menurut perempuan yang akrab dipanggil ‘Comel’ oleh teman – temannya, mengatakan bahwa korban narkoba bukan hanya kaum lelaki saja, kaum perempuan juga tidak luput jadi sasaran.  kemudian, anak – anak usia sekolah atau anak – anak muda merupakan target utama.  Selain soal narkoba, generasi muda itu menurutnya harus memahami sejarah perjalanan bangsa Indonesia.

Khususnya tentang sejarah perjalanan PKI di Indonesia. Karena itu, dengan adanya nonton bareng (Nobar) Filim G30S PKI yang di gelar TNI  tahun kemarin didukung penuh oleh anak muda , apalagi saat film tersebut digelar di lapangan Haji Adam Malik pada bulan september tahun lalu  penontonya begitu berjubel  dan para generasi muda tampak paling mendominasi  melihat situasi waktu itu.

Sri mengaku terharu sekaligus bangga dengan generasi muda dan warga Kota Siantar yang mau menyisihkan waktunya  untuk menyaksikan film tersebut. Sudah selayaknya generasi muda harus kritis dengan ancaman narkoba dan bahaya laten yang ingin merusak generasi muda itu sendiri. Pokoknya NKRI itu tidak bisa ditawar lagi, NKRI sudah harga mati” katanya bersemangat.

Terkait peran wanita di era globalisasi seperti sekarang , Sri yang Alumni YP Teladan Kota Siantar pernah  menjadi  instruktur senam di FKPPI di tahun 2000‘an mengatakan,  “jangan pernah memandang remeh perempuan. Karena kalau ada yang melecehkan atau meremehkan yang namanya perempuan sama saja  itu melecehkan ibunya sendiri, Perempuan itu harus diperdayakan, dihargai dan dihormat,” sebutnya

Selain itu wanita juga punya potensi yang malah bisa melebihi kaum lelaki dan kaum perempuan jangan pernah mau berdiam diri. Harus bangkit mengejar kesejahteraan dengan lelaki. Tetapi, harus ingat karena kodratnya perempuan itu sebagai seorang ibu terutama terhadap masa depan anak-anaknya” beber  instruktur senam “Akar Rimba” ini yang memiliki putri semata wayang bernama Nabila Bilgis

Di sela -sela berbagai kegiatan yang dilakoninya di FKPPI dan dikomunitas senam aerobick,  Sri ternyata aktif di tingkat kelurahan sebagai wakil ketua bidang kesejahteraan keluarga. Semua itu dilakukan penuh tanggung jawab . Selain aktif di facebooker di Mantan Anak Rindam Pematangsiantar atau dikenal dengan sebutan (MARPES) Sri juga aktif di group facebooker BONANSA (Bona NI Pinasa)

Menjelang tahun politik khususnya di pemilihan legislatif (Pileg) Pesan Sri kepada  kaum perempuan yang ikut bertarung di pileg 2019 mendatang , entah dari partai manapun  yang jelas “jangan jadikan Pileg ini pertarungan gaya-gayaan atau sekedar caleg menutup kuota tapi, berjuanglah, suarakan hak perempuan, kelak kalianlah yang bisa diharap untuk membela kaum perempuan diparlemen mendatang“  tegasnya (ryz)

Facebook Comments

Comment

Leave a Reply

News Feed