Rumah Tukang Becak Sorong di Jalan Dalil Tani Ujung Dilalap Si Jago Merah

Pematangsiantar, suarasiantar.com | Warga yang tinggal di Jalan Dalil Tani Ujung, Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar, mendadak heboh, hari Selasa (3/12) sore, sekira pukul 16.00 WIB. Dimana rumah semi permanen milik Esron Rumahorbo (58),  sehari-harinya bekerja sebagai tukang becak sorong, dilalap “si jago merah”.

Informasi dihimpun, sebelum kebakaran tersebut, korban yang meninggalkan isterinya di rumah, karena pergi bekerja sebagai tukang becak sorong di Pasar Horas , begitu juga dengan ke-empat anak-nya juga bekerja. Kebakaran tersebut pertama sekali diketahui tetangganya, Erna boru Nadeak (57). Dimana sebelumnya, Erna dan isteri korban sedang duduk-duduk di teras rumahnya, terkejut melihat api sudah membesar dari arah belakang atau dapur rumah korban.

Hanya saja, saat itu isteri korban tidak dapat berbuat apa-apa, karena mengalami gangguan kejiwaan. Warga setempat yang mengetahui kejadian di rumah korban tersebut langsung berusaha membantu memadamkan kobaran api menggunakan peralatan seadanya. Tetapi berhubung dengan kondisi rumah korban semi permane,n membuat api tetap menyala dan semakin membesar.

Tidak lama, dua unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) milik Pemko Pematangsiantar dan PT. STTC datang dan langsung berusaha memadamkan api, sedangkan para personil Polsek Siantar Timur melakukan pengamanan terhadap warga yang sudah berkerumun di sekitar lokasi rumah.

Berkisar satu jam kemudian, petugas gabungan Damkar tersebut baru berhasil memadamkan kobaran api, tetapi barang-barang yang ada di dalam rumah tersebut tidak ada satu pun yang bisa diselamatkan, karena ikut terbakar.

“Aku tadi sedang duduk-duduk di teras rumahku bersama isteri korban, yang sudah lama menderita gangguan kejiwaan. Aku lihat api sudah membesar dari arah dapur rumah korban itu, makanya aku langsung berteriak kebakaran. Setiap harinya korban pergi bekerja jadi tukang becak sorong di Pasar Horas, kalau pulang pun sudah sore atau malah sampai malam hari. Ke-empat anaknya pun setiap hari pergi bekerja,” ujar Erna boru Nadeak mengakhiri.

Sementara itu korban, Esron Rumahorbo, setiba di rumahnya sekira pukul 17.20 WIB, tidak dapat berkata apa-apa, setelah menemukan rumahnya sudah habis terbakar. Esron dengan wajah sedih masuk ke dalam rumah itu dan mengangkat sisa-sisa pakaian-nya yang sudah hangus terbakar.

“Belum diketahui penyebab sebenarnya kebakaran rumah tersebut karena masih dalam penyelidikan. Tetapi dugaan sementara, rumah tersebut terbakar diduga akibat arus pendek atau korsleting,” ujar Kapolsek Siantar Timur IPTU Raun Samosir, singkat, saat dikonfirmasi. (freddy_siahaan/suarasiantar.com).

Facebook Comments

Comment

Leave a Reply

News Feed