Polisi Diminta Usut Penebangan Pohon di Terminal Horas Tanjung Pinggir

Pematangsiantar, suarasiantar.

Adanya penebangan puluhan pohon kabar-nya berjenis mahoni di kompleks Terminal Horas Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, Pematangsiantar, menuai kritikan dari pengurus Sahabat Lingkungan (Saling) Siantar-Simalungun.

Ketua Saling Siantar-Simalungun, Niko Nathanel Sinaga saat dikonfirmasi mengatakan, selama ini untuk penghijauan ada biaya perawatan dari Pemerintah dan tidak boleh dilakukan penebangan hingga ke akar-akar nya melainkan hanya perampingan saja.

Niko Sinaga, Ketua Sahabat Lingkungan (Saling) Siantar-Simalungun (fred/ist).

“Jadi kami sangat menyesalkan terjadinya penebangan puluhan pohon di kompleks Terminal Horas Tanjung Pinggir itu. Untuk pohon penghijauan, tidak boleh dilakukan penebangan sembarangan,”ujar Niko.

Untuk itu, Niko mengharapkan agar pihak kepolisian harus mengusut tuntas terjadinya penebangan pohon di Kompleks Terminal Horas tersebut, supaya bisa dapat diketahui penebangan pohon itu apa memang izin penebangan atau perampingan saja. Kemudian bila izin yang ada untuk perampingan, tetapi fakta-nya penebangan, harus diberikan tindakan tegas atau sanksi kepada oknum-oknum yang melakukan penebangan.

“Kami minta polisi yakni Polres Siantar, harus mengusut dan menindak oknum-oknum yang melakukan penebangan puluhan pohon itu, terlebih lagi bisa diketahui, kemana puluhan pohon yang ditebangi tersebut, supaya tidak terjadi kasus penebangan pohon sesuka hati di Kota Siantar,” jelas Niko.

Selain itu, Niko menambahkan, pihak Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar, harus bertanggung-jawab atas terjadinya penebangan puluhan pohon di kompleks Terminal Horas Tanjung Pinggir tersebut. “Pemko Siantar harus melaporkan terjadinya penebangan puluhan pohon di kompleks Terminal Horas Tanjung Pinggir itu ke pihak yang berwajib,” katanya.

Sementara itu sesuai informasi, penebangan puluhan pohon di kompleks Terminal Horas Tanjung Pinggir itu dilakukan sekitar seminggu kemarin atas perintah salah satu ASN di Terminal Horas Tanjung Pinggir berinisial JS. Setelah dilakukan penebangan, tiga atau dua hari kemudian, Pihak Terminal Horas Tanjung Pinggir baru membuat surat perihal Perampingan ke Dinas Tarukim Kota Siantar.

Namun fakta-nya, puluhan pohon itu malah di tebang hingga ke akar-akarnya, kemudian potongan puluhan pohon itu diangkut menggunakan truk colt diesel, dimana kabarnya dijual kepada seseorang untuk menjadi kayu bakar. (fred/SS).

Facebook Comments

Comment

Leave a Reply

News Feed