Plt Wali Kota Medan Tinjau Perusahaan Penyedia Masker dan Hand Sanitizer

Medan,suarasiantar.com |
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan, Ir. H. Akhyar Nasution, M.Si bersama dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Medan meninjau sejumlah perusahaan penyedia masker dan hand sanitizer hal ini guna memastikan ketersedian kedua produk tersebut yang saat ini sangat di butuhkan masyarakat, Senin (23/3).

Plt Wali Kota Medan bersama dengan unsur Forkopimda Kota Medan yang terdiri dari Dandim 0201BS, Kolonel Inf Roy J Hansen Sinaga, Kajari Medan, Dwi Setyo Budi Utomo, SH.MH, Ketua PN Medan, Sutio Jumadi Akhirno,SH.M.Hum, Wakapolrestabes Medan, AKBP Irsan Sinuhaji, Dandenpom 1/5 Medan, Letkol CPM Anggun Hendryantoro, dan Danyon Marinir, Mayor Marinir Farick serta sejumlah pimpinan OPD dilingkungan Pemko Medan langsung melihat perusahaan yang menyediakan barang-barang yang saat ini sangat dibutuhkan masyarakat untuk mencegah penyebaran virus corona.

Lokasi yang pertama di tinjau Plt Wali Kota Medan bersama rombongan adalah perusahaan PT. Kimia Farma yang berada di Amplas, dalam tinjuan tersebut pihak Kimia Farma menjelaskan bahwa pasokan mereka yang tersedia saat ini sebanyak 2000 botol hand sanitizer namun produk ini di fokuskan terlebih dahulu untuk Rumah Sakit.

Mendengar penjelasan tersebut Plt Wali Kota Medan meminta kepada Kimia Farma agar dapat meningkatkan distribusi hand sanitizer sehingga jumlahnya lebih banyak lagi mengingat saat ini masyarakat sangat membutuhkan hand sanitizer tersebut.

“Saya minta produksi hand sanitizer ini dapat lebih di perbanyak dan pengirimanya juga harus cepat karena masyarakat sangat membutuhkanya.”kata Plt Wali Kota Medan.

Lokasi kedua yang ditinjau ialah PT. Enseval Putera Megatrading sebagai perusahaan distributor yang menyediakan obat-obatan dan alkes salah satunya ialah masker. Di lokasi ini managemen dari perusahaan tersebut mengeluhkan kelangkaan produk masker, bahkan digudang mereka saat ini hanya tersedia 40 box masker yang akan di suplei ke Rumah Sakit dan apotik.

Sedangkan lokasi selanjutnya ialah PT.Permata Sakti (pabrik etil alkohol) yang menyediakan alkohol jenis etanol yang berkadar 95 %, ketersediaan alkohol dipabrik ini mencapai 37 ribu liter dan ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan hand sanitizer.

“Dengan ketersediaan bahan baku ini Rumah Sakit dan masyarakat dapat memanfaatkanya untuk membuat hand sanitizer.”ujar Plt Wali Kota Medan.

Tidak hanya perusahaan saja, Plt Wali Kota Medan juga meninjau pelabuhan Penumpang Bandar Deli Belawan, tampak pelabuhan yang menjadi pintu masuk menuju kota Medan ini sudah menerapkan aturan social distancing.

Para penumpang yang akan berangkat dan tiba dari Pelabuhan tersebut juga wajib di thermo untuk mengukur suhu tubuhnya. Hal ini diterapkan pihak pelabuhan untuk mencegah merebaknya wabah virus corona.

Usai melihat alur protokol pelayanan yang diterapkan oleh Pelabuhan, Plt Wali Kota Medan meminta agar alur protokol pelayanan ini dapat terus di tingkatkan dan semakin di perketat. Sedangkan kepada Tim Medis Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang berwenang melakukan karantina diminta agar betul-betul mengecek setiap penumpang yang masuk ke kota Medan. Penumpang yang bersuhu diatas 38 drajat keatas agar segera dilakukan skrining awal di rumah sakit terdekat dari Pelabuhan ini.

“KKP harus dapat lebih meningkatkan pemeriksaanya terdahap penumpang yang masuk ke kota Medan melalui Pelabuhan, jika suhu tubuhnya diatas 38 drajat maka langsung bawa kerumah sakit terdekat untuk dilakukan skrining awal jangan hanya dicatat saja.”tegas Plt Wali kota Medan.

Terakhir Plt Wali Kota Medan menghimbau kepada seluruh masyarakat agar terus menjaga kondisi tubuh dan mengurangi kontak fisik secara langsung.

“Kalau tidak ada keperluan yang mendesak sebaiknya tetap berada dirumah.”himbau Plt Wali Kota Medan.(Red/suarasiantar)

Facebook Comments

Comment

Leave a Reply

News Feed