Perjudian Judi Marak, Belasan Massa GMKI Gelar Aksi di Polres Pematangsiantar

Pematangsiantar, suarasiantar.com | Maraknya berbagai jenis perjudian di Kota Pematangsiantar, disoroti dari belasan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Siantar-Simalungun. Tepat hari Selasa (19/11) siang sekira pukul 11.00 Wib, massa gabungan mahasiswa berbagai universitas di sekitar kota Pemtangsiantar melaksanakan aksi demonstrasi ke Polres Pematangsiantar.

Setiba di depan gerbang Polres Pematangsiantar, belasan massa mahasiswa tersebut, yang dikoordinir May Luther Sinaga, disambut sejumlah personil Polres Pematangsiantar yang sudah berbaris membentuk pagar betis, dalam melakukan pengamanan. Begitupun May Luther dan rekan-rekannya tetap menyampaikan aspirasinya diluar gerbang.

May Luther Sinaga dalam orasinya menyampaikan, julukan kota toleran yang disematkan terhadap Kota Pematangsiantar, sangat berbanding terbalik dengan kondisi sekarang ini. Hal tersebut dibuktikan dengan fenomena banyaknya bentuk perjudian yang berkedok permainan ketangkasan, daring (online-red) tebak angka maupun konvensional.

Maraknya perjudian tersebut tentunya telah menyebabkan keresahan dan kegelisahan ditengah-tengah masyarakat Kota Pematangsiantar. “Dalam ilmu Sosiologi, fenomena ini dikenal dengan istilah penyakit masyarakat,” demikian disampaikan May Luther.

Lebih lanjut May Luther menegaskan, maraknya bentuk perjudian, tentunya sangat rentan mengancam kesatuan, persatuan, keamanan, kondusifitas di tengah masyarakat, dan masih banyak dampak lainnya, terutama bentuk perjudian dengan taruhan uang.

Maka dari itu, GMKI Cabang Siantar-Simalungun meminta semua elemen masyarakat, terutama institusi kepolisian, agar bersama-sama menolak dan memberantas sarang-sarang judi yang dapat memiskinkan masyarakat.

“Segera berantas sarang perjudian, dan hentikan komersialisasi aset negara untuk kepentingan maksiat. Utamakan kepentingan orang banyak melalui ketertiban, dan bersihkan pelajar berseragam sekolah masuk tempat hiburan serta evaluasi kinerja kepolisian,” ujar May Luther mengakhiri.

Sementara itu, Kasat Shabara AKP Muri Yasnal, mewakili Kapolres Siantar AKBP Budi Pardamean Saragih, SIK mengatakan, sejak dari awal pihaknya berkomitmen tetap memberangus segala bentuk perjudian di Kota Pematangsiantar.

Hal tersebut dapat dibuktikan jika selama ini telah menangkap para pelaku tindak pidana perjudian. “Sudah ada 32 kasus perjudian telah kita tindak. Ini membuktikan kita berkomitmen menangkap para bandar dan pelaku perjudian,” ujar perwira tiga balok emas itu.

Mendengar jawaban atau tanggapan pihak Polres Pematangsiantar, belasan massa GMKI Cabang Siantar-Simalungun membubarkan diri dengan tertib dan aman. (fred/SS).

Facebook Comments

Comment

Leave a Reply

News Feed