Perayaan Natal Toga Sihite Boru Bere Kota Pematangsiantar Hikmat dan Penuh Sukacita

Pematangsiantar, suarasiantar.com | Membuka awal bulan Desember Tahun 2019, Perayaan Natal Punguan Toga Sihite Boru Bere Kota Pematangsiantar di Gereja Pentakosta Indonesia Jalan Merbau Parluasan, Kecamatan Siantar Utara, Kota Siantar hari Minggu (1/12), berlangsung hikmat dan penuh sukacita.

Mengawali acara, Punguan Toga Sihite Boru Bere Kota Pematangsiantar menggelar pemilihan pengurus periode tahun 2020-2022. Dimana, dari hasil penghitungan suara terbanyak atau voting terpilih St. Mangasi Sihite SH., sebagai Ketua untuk ketiga kalinya, B. Sihite sebagai Wakil Ketua, J. Sihite sebagai Sekretaris 1, Pdt. B. Sihite STh., sebagai Sekretaris II, Ny. St. Mangasi Sihite, SH. boru Nainggolan sebagai Bendahara.

(freddysiahaan/suarasiantar.com)

Selanjutnya, penasehat langsung melakukan pelantikan dan pengesahan pengurus Toga Sihite Boru Bere Kota Pematangsiantar, periode tahun 2020-2022, dihadapan seratusan anggota yang hadir. .

Acara perayaan Natal mengambil thema “Sungguh Alangkah baiknya dan indahnya apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun (Mazmur 133:1-3)” dan sub thema : Dengan semangat Natal, mari kita Punguan Toga Sihite ini semakin bersatu di dalam Tuhan untuk meraih berkat dan janji Allah bagi umatnya.

Dalam perayaan Natal tersebut dibuka dengan penyampaian sepatah kata oleh Protokol Pdt. B Sihite, STh., kemudian ibadah kebaktian meliputi menyanyikan lagu-lagu pujian, pembacaan votum, pembacaan liturgi dan koor Punguan Toga Sihite Boru Bere Kota Pematangsiantar berjudul “Nunga Tangkas Diboto Ho”.

Penyalaan lilin diawali Pengkhotbah, Penasehat, Ketua Punguan Toga Sihite Boru Bere Kota Pematangsiantar, Utusan Kaum Bapa, Utusan Kaum Ibu, Tuan Rumah, dan Mewakili Anggota Punguan paling senior.

St. Mangasi Sihite dalam khotbah-nya sesuai thema perayaan Natal, Mazmur 133:1-3, menyampaikan bahwa, definisi bersaudara menurut ayat firman Tuhan ini bukan hanya bagi kaum Marga Sihite, tapi juga marga yang lain. Bukan hanya suku Batak, namun semua suku. Bukan hanya bagi bangsa Indonesia, namun semua bangsa di dunia.

Lebih jauh St. Mangasi menyampaikan, untuk mendatangkan berkat Tuhan, ada dua hal yang bisa kita petik dari penyampaian firman pada saat itu, yaitu dimana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama Tuhan, maka Tuhan akan hadir untuk memberkati, dan sebagai saudara, setiap orang harus bisa saling mengampuni agar berkat Tuhan akan mengalir.

“Bukan suatu kebetulan kita datang hari ini di tempat ini, namun hanya oleh karena kasih-Nya kita dipertemukan dan dipersatukan Tuhan dalam satu Punguan Marga Sihite,” demikian disampaikan St Mangasi Sihite, saat mengakhiri khotbah.

Acara Ibadah Kebaktian Perayaan Natal Punguan Toga Sihite Boru Bere Kota Pematangsiantar tersebut, diakhiri dengan doa berkat dan saling bersalaman sambil mengucapkan Selamat Hari Natal. Tidak itu saja, panitia melanjutkan acara hiburan berupa penyampaian kata-kata sambutan, lucky draw dan hiburan musik sambil menikmati santap malam yang telah disediakan panitia.

Ketua terpilih Punguan Toga Sihite Boru Bere Kota Pematangsiantar, St Mangasi Sihite, dalam kata sambutannya mengharapkan, perayaan Natal yang diselenggarakan tersebut dapat membawa suka cita di dalam Punguan Toga Sihite Boru Bere Kota Pematangsiantar.

“Anggota Punguan kiranya tetap mendukung program yang disusun Pengurus Punguan Toga Sihite Boru Bere Kota Pematangsiantar. Selamat menyambut Hari Natal dan Tahun Baru 2020 bagi kita semua pengurus dan anggota Punguan Toga Sihite Boru Bere Kota Pematangsiantar,”katanya. (fred/SS).

Facebook Comments

Comment

Leave a Reply

News Feed