Pengurus BARA Polres Siantar Simalungun Serahkan Bantuan ke Kakak Adik Kandung Penderita Step

Pematangsiantar, suarasiantar.com | Pengurus Bantuan Komunikasi Bhayangkara (BARA) Polres Pematangsiantar dan Simalungun menjenguk sekaligus menyerahkan bantuan kepada kakak beradik, Devi Priyanti Nababan (7 tahun) dan Alvaro Nababan (9 bulan) penderita penyakit Step atau kejang demam.

Bantuan itu diserahkan langsung kepada Hotmawati boru Siadari, ibu kandung kedua anak tersebut, di rumahnya di Jalan Pematang, Kelurahan Simalungun, Kecamatan Siantar Selatan, Pematangsiantar, hari Jumat (15/11) sore sekira pukul 16.30 Wib.

Ketua BARA Polres Siantar-Simalungun, Muhammad Muchlis Lubis mengatakan, awalnya berdasarkan informasi dari teman-teman dan postingan di media sosial tentang adanya warga yang membutuhkan bantuan untuk pengobatan dua anak-nya yang opname di rumah sakit karena sakit step. Apalagi orangtua dari anak tersebut tinggal ibu kandungnya saja. Hal ini yang menggerakkan hati pengurus dan anggota BARA secara spontanitas untuk membantu.

“Kiranya kepada orangtua kedua anak tersebut tidak melihat dari jumlah bantuan yang kami serahkan, namun lebih kepada ketulusan hati pengurus dan anggota BARA Polres Siantar-Simalungun, untuk dipergunakan dalam meringankan beban orangtuanya dalam penyembuhan penyakit kedua anak tersebut,” ujar Muchlis.

Muchlis menjabat KTU Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pematangsiantar itu juga berharap, agar Hotmawati yang kini sudah menjadi orangtua tunggal atau singel parent bahkan sanak keluarganya jauh di Banten, supaya tidak putus asa, melainkan tetap semangat dalam menafkahi dan membesarkan kedua anaknya tersebut.

“Jadi bantuan ini sebagai bentuk bakti sosial kami, bukti kepedulian kami terhadap masyarakat yang kurang mampu. Kepada ibu Hotmawati supaya tetap semangat menafkahi dan membesarkan anak-anaknya,” kata Muchlis mengakhiri.

Sementara itu Sariaman Sinaga, mewakili Hotmawati ibu boru Siadari, ibu kandung kedua anak tersebut mengatakan, Rismawati bersama empat anaknya sudah sekitar tiga tahun tinggal di Jalan Pematang, tetapi satu tahun yang lalu suaminya meninggal dunia, sehingga Rismawati yang bertindak sebagai singel parent membesarkan keempat anaknya.

Beberapa hari kemarin, dua anak Hotmawati yakni Devi Priyanti Nababan dan Alvaro Nababan, sakit stiup sehingga Hotmawati dibantu tetangga langsung membawa kedua anaknya tersebut ke Rumah Sakit Harapan dan diopname. Kemudian pada hari Rabu (13/11) kedua anak tersebut sudah diizinkan untuk pulang ke rumah dan berobat jalan.

“Sudah satu tahun yang lalu suami si Hotmawati ini meninggal, sehingga Hotmawati hanya singel parent dalam membesarkan ke empat anaknya. Hotmawati juga tidak ada keluarga di Siantar ini, karena asli orang Banten, makanya bila ada masalah atau ada perlu selalu cerita kepada kami. Jadi kami-lah keluarga nya disini,” demikian disampaikan Sariaman Sinaga.

Sariaman, mantan Lurah Simalungun, menambahkan, kondisi keluarga keluarga Hotmawati memang kurang mampu, sehingga membuatnya berusaha mencari bantuan untuk penyembuhan kedua anak Hotmawati.

“Mereka keluarga kurang mampu. Kedua anak Hotmawati bisa dibawa pulang karena ada bantuan BBS Foundation, salah satu kelompok masyarakat etnis Tionghoa, yang membiayai pengobatan selama diopname di rumah sakit. Kami mewakili Hotmawati boru Siadari mengucapkan terimakasih kepada Pengurus BARA Polres Siantar-Simalungun, yang sudah memberikan bantuan untuk penyembuhan kedua anak Hotmawati ini. Semoga perbuatan baik pengurus BARA Polres Siantar-Simalungun dibalaskan Tuhan dengan memberikan kesehatan dan rezeki,” katanya mengakhiri. (fred/SS).

Facebook Comments

Comment

Leave a Reply

News Feed