Pemkab Simalungun Tetap Akui Pasangan Nomor 5 Pemenang Pilpanag Tigabolon

Simalungun, suarasiantar.

Komisi I DPRD Simalungun kembali menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk ketiga kalinya, di Ruang Komisi I, Gedung DPRD Simalungun, Senin (12/08/2019).

RDP tersebut terkait pelaksanaan Pemilihan Pangulu Nagori (Pilpanag/Kepala Desa-red) Tigabolon, yang menuai protes dari kandidat nomor urut 4 yakni Nova Hutapea. Ia yang mengatakan berita acara yang dikeluarkan panitia tidak sesuai dengan yang ada di C1 plano penghitungan suara.

Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Simalungun terkait Pilpanag Tigabolon, di Ruang Komisi I Gedung DPRD Simalungun pada Senin (12/08) (joe/SS)

Nova Hutapea menyebutkan, panitia sudah sempat mengumumkan kemenangannya dengan perolehan total jumlah suara 521 suara, diikuti pasangan nomor urut 5 dengan total 520 suara.

Ketua Panitia Pilpanag Tigabolon, Wilman Sitindaon, mengakui bahwa hal tersebut disebabkan dirinya salah dalam penghitungan total perolehan suara pada calon nomor urut 5, Marisno Saragih Sitio, sehingga mengakibatkan selisih satu suara dengan calon nomor urut 4.

Ditambahkannya bahwa setelah ditotal ulang, perolehan total suara antara nomor urut 4 dan 5 ternyata sama, yakni 521 suara.

Sementara itu, calon nomor urut 5, Marisno Saragih Sitio, dalam RDP tersebut mengatakan bahwa dirinya mengapresiasi seluruh aturan dan perundang-undangan yang mengatur pelaksanaan Pilpanag Serentak Kabupaten Simalungun tahun 2019.

Menurutnya bahwa apa yang terjadi di Pilpanag Tigabolon yaitu perolehan total suara imbang atau seri, antara nomor urut 4 dan nomor urut 5, sebaiknya diselesaikan sesuai dengan aturan yang ada pada petunjuk pelaksanaan yang dikeluarkan oleh Bupati Simalungun.

Terkait usulan untuk dilaksanakan penghitungan suara ulang seperti yang dimohonkan kandidat yang lain, Marisno mengatakan kalau dirinya tidak setuju.

Ketua Komisi I DPRD Simalungun Sastro Sirait yang langsung memimpin RDP tersebut merekomendasikan kepada Bupati Simalungun cq. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Nagori (DPMPN) Simalungun, agar membatalkan berita acara penetapan pemenang Pilpanag Tigabolon, dan melaksanakan penghitungan suara ulang serta menunda pelantikan.

“Kita merekomendasikan ketiga hal itu agar diperoleh rasa keadilan kepada semua pihak. DPMPN bisa menggelar penghitungan ulang secepatnya, bila perlu besok, agar pelantikannya tidak tertunda,” ujar Sastro Sirait.

Namun berbeda halnya dengan Kepala Bagian (Kabag) Hukum Pemkab Simalungun, Frengki Purba, SH., yang mengatakan bahwa dalam peraturan dan petunjuk pelaksanaan Pilpanag Serentak Kabupaten Simalungun tahun 2019, tidak diperkenankan penghitungan ulang jika ada ada salah satu kandidat yang tidak setuju.

Ditambahkan Frengki Purba, bahwa pembatalan berita acara penetapan seperti rekomendasi Komisi I, akan membuka peluang bagi kandidat yang ditetapkan sebagai pemenang, untuk menggugat seluruh oknum yang terlibat dalam penerbitan berita acara penetapan tersebut.

Ditanya apakah akan melaksanakan seperti yang direkomendasikan Komisi I DPRD Simalungun, Frengki Purba mengatakan bahwa pihaknya akan melaksanakan seluruh tahapan sesuai dengan laporan dan dokumen yang diserahkan oleh panitia Pilpanag di Nagori karena belum ada putusan hukum yang menyatakan pelaksanaan Pilpanag Tigabolon tersebut cacat hukum atau terjadi kecurangan. (joe/SS).

Facebook Comments

Comment

Leave a Reply

News Feed