Operasi Ketupat Toba 2019 Siantar Ditutup, Begini Pesan Kapolda Sumut

Siantar, suarasiantar.com – Bertempat di Lapangan H Adam Malik kota Pematangsiantar Operasi Ketupat 2019 resmi di tutup oleh Dandim 0207/Simalungun Letkol Inf Frans Kishin Panjaitan.

Pelaksaan apel konsolidasi operasi ketupat 2019 dan apel kesiapan pengamanan sidang perselisihan hasil pemilu di ikuti oleh personil dari TNI, Polri, ASN dan Ormas.

Inspektur upacara pada penutupan itu adalah Dandim 0207/Simalungun Letkol Inf Frans Kishin Panjaitan beserta Kapolres Pematangsiantar AKBP Heribertus Ompusunggu.

Pentutupan Operasi Ketupat Toba 2019 di Lapangan Haji Adam Malik Pematangsiantar, Kamis 13/06/2019 (ist/red).

Sambutan Kapolda Sumatera Utara Irjen Agus Andrianto dibacakan Dandim 0207/Simalungun Letkol Inf Frans Kishin Panjaitan mengatakan, operasi Ketupat Toba 2019 telah diselenggarakan dengan serentak selama 13 hari di seluruh Indonesia.

“Saya mengapresiasikan setinggi – tingginya kepada seluruh anggota Polda Sumut dan jajaran atas terselenggaranya pelaksanaan Operasi Ketupat 2019 yang berlangsung aman, tertib dan lancar,” ujarnya.

Dalam Operasi ini Polda Sumut telah melibatkan sebanyak 7.760 personil selain itu beberapa instansi yaitu TNI, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, pramuka, tim SAR dan lain lain.

Perlu diketahui bersama, bahwa Pilpres dan Pileg yang berlangsung 17 April 2019 telah usai, namun situasi kondisi negera kita yang saat ini masih bergejolak karena ada pihak tertentu yang tidak bisa menerima hasil pengumuman pemenang Pilpres 2019 oleh KPU pada tanggal 22 Mei lalu.

“Kita harapkan mahkamah konstitusi dapat bekerja tanpa merasa diancam atau ditakuti oleh siapapun sehingga bisa mengambil keputusan yang adil dan objektif, apapun hasil keputusan dari mahkamah konstitusi harus dihormati, diterima dan ditaati oleh semua pihak tanpa kecuali,” katanya.

Oleh sebab itu untuk mewujudkan keamanan yang terbaik di wilayah provinsi Sumatera Utara, saya perintah kepada seluruh jajaran polda sumut untuk terus menerus meningkatkan sinegritas dan soliditas dengan TNI, pemerintah daerah dan stakeholder lainnya serta dengan seluruh elemen masyarakat agar provinsi sumatera utara yang kita cintai ini tetap dalam keadaan stabil, aman dan kondusif.

Bila ada pihak – pihak tertentu yang ingin mengganggu baik secara langsung ataupun tidak langsung terhadap jalannya tahapan persidangan mahkamah konstitusi,jangan dibiarkan tetapi segera di tindak sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua MUI kota Pematangsiantar,ketua KPU kota Pematangsiantar,kejaksaan,,tokoh agama serta ormas.(red)

Editor: Maris

Facebook Comments

News Feed