Lulusan Terbaik IPB Itu Anak Seorang Sopir

suarasiantar.com| Adalah kebanggaan bagi diri sendiri, bila berhasil setelah lulus menempuh sebuah pendidikan, apalagi sampai menyandang predikat sebagai lulusan terbaik. Tak hanya bagi diri sendiri, orang tua tentu juga akan merasa sangat bangga, perjuangan dalam menyekolahkan anak mendapat ganjaran yang baik dari sang anak.

Demikian hal nya bagi seorang Muhammad Firman Ardyansyah, yang telah berhasil menyelesaikan studinya dan menjadi wisudawan terbaik program S1 di Institut Pertanian Bogor (IPB). Seorang wisudawan yang resmi menyandang status sarjana sebagai lulusan terbaik pada Rabu (30/10), kemarin.

Ayah Firman adalah seorang sopir di sebuah koperasi simpan-pinjam di Pekalongan Jawa Tengah dan ibunya adalah ibu rumah tangga. Firman sendiri tak menyangka bisa berkuliah dan menjadi wisudawan terbaik. Firman lulus dengan nilai indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,80.

Untuk mendapatkan IPK tersebut, Firman harus berusaha keras demi membalas perjuangan orangtuanya yang telah menyekolahkannya.
“Saya ingin membuat orang tua saya gembira dan bangga. Prestasi ini sebagai tanggung jawab moral saya, karena telah diizinkan merantau dari Pekalongan ke Bogor lalu bersungguh-sungguh kuliah,” kata Firman, dilansir dari Antara.

Firman sendiri merupakan mahasiswa Bidikmisi.

Bidikmisi sendiri adalah bantuan biaya pendidikan dari pemerintah bagi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat yang memiliki potensi akademik baik tetapi memiliki keterbatasan ekonomi. Berbeda dari beasiswa yang berfokus pada memberikan penghargaan atau dukungan dana terhadap mereka yang berprestasi. Walaupun demikian, syarat prestasi pada Bdikmisi ditujukan untuk menjamin bahwa penerima Bidikmisi terseleksi dari yang benar-benar mempunyai potensi dan kemauan untuk menyelesaikan pendidikan tinggi.

Alumnus SMA Negeri 1 Pekalongan Jawa Tengah ini ingin membuat nasib keluarganya menjadi lebih baik. Firman mengaku sangat terbantu dengan adanya Bidikmisi.

Selama kuliah, pria kelahiran 1997 ini juga melakukan kerja sambilan untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari. Mulai dari mengajar les privat hingga sering mengikuti lomba berhadiah, semua pernah dilakukannya.

“Semula, saya tidak pernah menyangka bisa menjadi mahasiswa di salah satu kampus terbaik di negeri ini. Hingga suatu saat ada pembukaan beasiswa Bidikmisi di SMA. Bidikmisi inilah yang menjadi jalan pembuka untuk meraih mimpi-mimpi saya. Saya menerima beasiswa ini sejak semester pertama di IPB University,” kata Firman.

Semoga kisah nyata ini dapat menjadi inspirasi bagi adik-adik pelajar untuk lebih bergiat lagi dalam meningkatkan prestasi belajarnya. (red/SS).

(sumber : indozone.id)

Facebook Comments

Comment

Leave a Reply

News Feed