Kisah 3 Pedang Paling Mematikan di Dunia

by -11 views
inner-post-atas

suarasiantar.com – Pedang pertama muncul selama Zaman Perunggu. Benda tajam ini terbuat dari tembaga dan ditemukan di situs Harappan di wilayah yang kini disebut Pakistan. Pada Abad Pertengahan, pedang besi dan baja diproduksi secara massal dan digunakan dalam banyak pertempuran. Para tentara dilatih ilmu pedang agar mereka siap untuk berperang.

Sepanjang sejarah kuno, semua jenderal kerajaan, raja, dan kaisar memiliki pedang pribadinya masing-masing yang konon memiliki “penghuni”. Senjata-senjata ini dibuat oleh pembuat pedang terhebat di masanya. Banyak manuskrip sejarah yang mendokumentasikan peristiwa-peristiwa seputar pedang. Berikut 3 kisah tentang pedang yang diklaim menjadi paling mematikan dan terkenal di dunia, seperti dikutip dari situs Top Tenz.

Joyeuse

Pedang Charlemagne, Joyeuse (ancient-origins.net)

Charlemagne adalah seorang pria yang lahir sekitar tahun 742 M. Dia adalah salah satu penguasa terbesar dalam sejarah dunia dan menjadi raja bagi Suku Franka pada tahun 768. Pada tahun 800, dia dinobatkan sebagai Kaisar Romawi, posisi yang dia pegang selama sisa hidupnya. Di Kekaisaran Romawi Suci, dia dikenal sebagai Charles I dan merupakan Kaisar Romawi Suci pertama.

Selama masa hidup Charlemagne, dia memperluas Negeri Franka menjadi sebuah kekaisaran, yang meliputi sebagian besar Eropa Barat dan Tengah. Charlemagne dianggap sebagai Bapak Pendiri Monarki Prancis dan Jerman, serta Bapak Eropa.

Joyeuse adalah nama pedang pribadi Charlemagne. Hari ini, ada dua pedang yang dikaitkan dengan Joyeuse. Salah satunya adalah pedang yang disimpan di Weltliche Schatzkammer di Wina, sementara yang lainnya disimpan di Museum Louvre di Prancis.

Bagian-bagian pedang terbuat dari abad yang berbeda, sehingga sulit untuk mengidentifikasi senjata tersebut sebagai Joyeuse. Gagang pedang menunjukkan tanggal pembuatan di sekitar masa Charlemagne dan terbuat dari emas yang dipahat, bahkan pernah dihiasi dengan berlian.

Pedang Charlemagne muncul dalam banyak legenda dan dokumen sejarah. Bulfinch’s Mythology menggambarkan Charlemagne menggunakan Joyeuse untuk memenggal kepala komandan Saracen, Corsuble, dan juga temannya, Ogier The Dane.

Setelah kematian Charlemagne, pedang itu dikatakan telah disimpan secara ilegal oleh gereja Basilica of Saint Denis dan kemudian disimpan ke Louvre, setelah dibawa di prosesi penobatan raja-raja Prancis.