Ketahuan Berbuat Asusila, Mahasiswa Diarak Orangtua Pacar ke Kantor Polisi

Pematangsiantar, suarasiantar.

Ketahuan melakukan perbuatan asusila sebagaimana layaknya pasangan suami isteri dengan pacarnya, sebut saja Mawar (17), membuat TAS, salah satu mahasiswa yang tinggal di Kampung Bahbirong Ulu, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun, diarak ke Mako Polres Pematangsiantar.

Perbuatan asusila tersebut terjadi pada Jumat (6/9) malam kemarin, di rumah pacarnya yang terletak di daerah Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar.

Tersangka TAS, saat menjalani pemeriksaan di Kantor Polisi Polres Pematansiantar (fred/SS).

Awalnya malam itu pelaku menemani korban bergereja bersama di Gereja Advent Jalan Simbolon, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat, Pematangsiantar. Mengetahui sudah larut malam, pelaku memutuskan menumpang tidur di rumah korban yang tamat SMA tersebut. Karena sudah kenal, membuat orangtua Mawar pun menyetujui pelaku menumpang tidur di rumahnya itu.

Merasa belum mengantuk, korban pun menemani pelaku dengan bermain handphone masing-masing di ruang tamu, sedangkan orangtua korban sudah tertidur di kamarnya. Saat sedang asyik bermain handphone, entah setan apa yang merasuki pikiran pelaku, pelaku dan korban nekat melakukan hubungan layaknya pasangan suami istri di ruang tamu tersebut.

Namun sangat disayangkan, saat tengah asyik melakukan perbuatan asusila tersebut, orangtua korban keluar dari dalam kamar dan menangkap basah keduanya. Tidak terima dan keberatan, orangtua korban bersama tetangga mengarak pelaku ke Mako Polres Pematangsiantar di Jalan Sudirman, Kecamatan Siantar Barat. Orangtua korban pun membuat laporan pengaduan secara resmi.

“Pelaku TAS sudah ditahan sesuai laporan pengaduan orangtua korban, kemudian akan diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku,” ujar Kasat Reskrim melalui Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Ipda Marlon Siagian, saat dikonfirmasi awak media pada hari Kamis (12/9/2019) siang.

Sementara itu pelaku MA saat ditemui disela-sela pemeriksaan, mengakui perbuatan asusila tersebut dengan korban yang diketahui oleh orangtua korban. “Saya dan korban tertangkap basah berhubungan saat orangtuanya keluar dari kamar. Saya sudah tiga kali berhubungan dengan korban,” ujarnya singkat. (Fred/SS).

Facebook Comments

Comment

Leave a Reply

News Feed