Kapolres Siantar Press Release Komplotan Pelaku dan Penadah Pencurian

Pematangsiantar, suarasiantar.com | Untuk pertama sekali di masa jabatannya, Kapolres Pematangsiantar, AKBP Budi Pardamean Saragih, SIK, MH., menggelar press release keberhasilan dalam mengungkap sekaligus menangkap komplotan pelaku dan penadah pencurian di depan ruangan Satuan Reskrim, Kamis (28/11) pagi sekira pukul 10.00 Wib.

Kapolres didampingi Kasat Reskrim IPTU Nur Istiono, SIK, MH., dan Kaurbin Ops (KBO) IPTU Sutari, SH., mengatakan, komplotan pelaku pencurian itu masing-masing berinisial HSS alias Arjo (36) warga Jalan Pakis Gang Fajar, Kelurahan Kebun Sayur, Kecamatan Siantar Timur, Pematangsiantar, ERS alias Eldo (36) warga Jalan Surabaya, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Barat, Pematangsiantar, dan JP (29) warga Jalan Kapten Piere Tandean, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Siantar Timur, Pematangsiantar.

Kemudian pelaku penadah berinisial HFS (37) warga Jalan Gunung Sinabung, Kelurahan Karo, Kecamatan Siantar Selatan, Pematangsiantar, AP (33) warga Jalan Sondi Raya, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur Pematangsiantar dan Her (36) warga Jalan Saudara Gang Lestari Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan.

Dijelaskan Kapolres bahwa pencurian itu dilakukan komplotan pelaku pada hari Minggu (24/11) dini hari sekira pukul 00.03 wib di toko Asi Komputer Jalan Kartini, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat Pematangsiantar, sebagaimana laporan pengaduan nomor : LP/573/IX/2019/SU/STR. Akibat kejadian tersebut, 3 unit Laptop berbagai merk, dvr cctv dan sparepart komputer senilai Rp 96.222.000 raib.

Setelah dilakukan penyelidikan, Kasat Reskrim IPTU Nur Istiono bersama Tim Unit Jahtanras meringkus pelaku HSS dan JP saat bermain internet di warnet Jalan Kapten Piere Tandean, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Siantar Timur, Pematangsiantar.

Saat diinterogasi, pelaku Arjo mengakui melakukan pencurian bersama pelaku ERS alias Edo. Selang beberapa menit pelaku Edo diringkus di Jalan WR Supratman, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, Pematangsiantar.

Begitu pun, Kasat Reskrim tidak puas begitu saja dan terus menginterogasi ketiga pelaku. Dimana, ketiga pelaku mengaku telah menjual barang hasil curian kepada pelaku HFS dan HS. Mendengar hal tersebut Kasat Reskrim langsung melakukan pengembangan dan meringkus pelaku HFS dan HS.

Tidak itu saja, pelaku Arjo dan JP mengaku melakukan pencurian di toko Number One di Jalan Sutomo, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, Pematangsiantar, pada hari Sabtu (16/11), dengan cara mencongkel pintu ruko menggunakan obeng, kemudian mengambil beberapa potong celana, baju, mesin dvr cctv dan laci kasir berisi uang. Akibat kejadian tersebut, pihak toko Number One mengalami kerugian sebesar Rp 14.329.000. Dari pelaku Arjo dan JP disita barang bukti celana dan kaos.

Pelaku Arjo dan JP juga melakukan pencurian di Apotik Simalungun di Jalan Sutomo depan KFC, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, Pematangsiantar, pada hari Rabu (12/11), dengan cara mencongkel pintu ruko, kemudian mengambil 4 unit ponsel merk Iphone 6, Samsung, Oppo dan Huawei. Akibat kejadian tersebut, pihak Apotik Simalungun mengalami kerugian sebesar Rp 5 juta. Kedua pelaku tersebut mengaku jika barang hasil curian dijual kepada pelaku AP. Selang beberapa menit kemudian, pelaku AP berhasil diringkus.

Pelaku AP dan JP pernah mencuri di toko roti France Bakery di Jalan Sutomo, Pematangsiantar, pada bulan November 2019 dengan mengambil 7 unit ponsel berbagai merk dan toko laptop Lenovo di Jalan Surabaya, Pematangsiantar, pada bulan November 2019 dengan mengambil 5 unit laptop berbagai merk dan 1 unit ponsel merk Samsung S 10.

Dari para pelaku disita barang bukti 1 unit sepeda motor Honda Supra X warna merah, 3 unit laptop merk Asus dan Lenovo, 3 unit ponsel merk IPhone, Samsung dan Oppo, 2 kotak ponsel, 2 buah obeng, baju dan celana serta sparepart komputer

Ketiga pelaku pencurian dijerat melanggar pasal 363 ayat 1 angka 4e KUHPidana dengan ancaman hukuman selama-lamanya 7 tahun penjara, sedangkan ketiga pelaku penadah dijerat melanggar pasal 480 KUHPidana dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

“Para Pelaku masuk kedalam toko dengan cara membongkar pintu dan memanjat, kemudian mengambil barang-barang yang berada di dalam toko. Para pelaku hingga saat ini sudah ditahan di RTP Mako Polres Pematangsiantar, untuk kemudian akan diproses lebih lanjut,” kata AKBP Budi Pardamean Saragih, mengakhiri. (Fred/Joe, suarasiantar.com)

Facebook Comments

Comment

Leave a Reply

News Feed