Jenazah Pria Bercelana SMA Itu Bernama Faisal Sinaga

Simalungun, suarasiantar.com | Semalaman dititipkan tanpa identitas setelah ditemukan di pinggir sunga Bah Bolon Huta Kulon, Nagori Mariah Jambi, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Kabupaten Simalungun, hari Kamis (28/11) siang sekira pukul 11.30 Wib, mayat pria bercelana dinas SMA itu diketahui bernama Faisal Sinaga (17), warga Nagori Bahalat II, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Kabupaten Simalungun.

Informasi dihimpun, setelah identitas jenazah diketahui, jenazah Faisal pun langsung dibawa pulang ibu kandungnya, Lita boru Ambarita, ke rumah duka dan langsung dikuburkan di tempat pekuburan umum di kampung nya tersebut.

Terungkapnya identitas Faisal yang diketahui masih berstatus pelajar salah satu SMA di daerah Tanah Jawa itu, didasari keterangan ibu-nya, Lita boru Ambarita, yang mengenali barang bukti yang identik dengan yang didapat dari badan dan yang dipakai Faisal.

Setelah dievakuasi ke ruangan jenazah RSUD dr Djasamen Saragih Pematangiantar, tim Inafis Sat Reskrim Polres Simalungun langsung melakukan pencarian identitas menggunakan alat e-KTP. Akan tetapi tim Inafis tidak berhasil menemukan identitas Faisal.

Esok harinya, Jumat (28/11) siang mulai pukul 13.30 wib hingga sore pukul 17.30 Wib, Kepala Forensik melakukan pemeriksaan dalam dan luar atau otopsi mayat Faisal.

“Benar, identitas mayat pria bercelana SMA itu sudah diketahui bernama Faisal Sinaga, dan jenazah Faisal Sinaga sudah diserahkan untuk dibawa pulang keluarganya. Hingga saat ini masih dilakukan penyelidikan untuk bisa mengetahui penyebab kematian,” ujar Kapolsekta Tanah Jawa Kompol Janner Purba, saat dikonfirmasi hari Sabtu (30/11) sore.

Sementara itu Kepala Forensik RSUD dr Djasamen Pematangsiantar, dr Reinhard J.D Hutahean SH, SpF, MM., saat dikonfirmasi, lamat kematian atau estimasi jenazah Faisal Sinaga diperkirakan tiga hari. Dari hasil otopsi, pihaknya belum dapat menentukan penyebab mekanisme kematian karena kondisi mayat Faisal sudah dalam proses pembusukan.

“Kami masih melakukan pemeriksaan Patologi Anatomi, Toksikologi dan lainnya ke Laboratorium Forensik (Labfor) Poldasu untuk mengetahui penyebab kematian,” ujar Reinhard Hutahean singkat. (fred/SS).

Facebook Comments

Comment

Leave a Reply

News Feed