Jambore Anak Sekolah Minggu HKBP Digelar Di Yonif 122/TS

Pematangsiantar, suarasiantar.

Jambore Anak Sekolah Minggu HKBP Distrik V SumateraTimur 2019 kembali digelar, dan pada tahun ini bertempat di Asrama Militer Yonif 122/TS Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun. Kegiatan akbar ini diapit oleh dua wilayah menjadi satu yaitu wilayah Pematangsiantar dan wilayah Simalungun, dan berlangsung sejak 13 September sampai dengan Minggu, 15 September 2019.

(foto:joe/suarasiantar)

Kegiatan Jambore Anak Sekolah Minggu HKBP Distrik V SumateraTimur 2019 diresmikan oleh Pdt. Robert S. Pandiangan, M.Th.

(foto:joe/suarasiantar)

“Jambore Anak Sekolah Minggu HKBP Distrik V Sumatera Timur 2019 menjadi program (keputusan sinode) Distrik dengan mengutus anak sekolah mingguannya,” demikian disampaikan Pdt. Robert Pandiangan.

(foto:joe/suarasiantar).

Lebih lanjut Pdt Robert Pandiangan mengatakan, kegiatan ini dirancang untuk mempererat Anak Sekolah Minggu HKBP, untuk dapat saling mengenal, melatih mental, berkompetisi dengan sehat serta melatih jiwa yang sehat dan yang paling penting adalah pembekalan kerohanian agar tumbuh menjadi orang yang beriman, penuh kasih terhadap Tuhan, diri sendiri dan orang lain.

(foto:joe/suarasiantar).

Sementara itu, Danyonif 122/TS Letkol Inf Ahmad Aziz menyampaikan, kegiatan Jambore Anak Sekolah Minggu HKBP Distrik V Sumatera Timur 2019 merupakan salah satu ibadah sebagai umat beragama dan di samping itu menemukan kesempatan belajar mengambil keputusan bersama serta belajar menghargai keputusan bersama.
Menemukan kesempatan belajar kepemimpinan dan bekerja dalam kelompok dan memahami tema jambore dengan capaiannya.

(foto:joe/suarasiantar)

Ketua Panitia Jambore Pdt. Krimson Simamora, S. Th. menyampaikan, bahwa dalam Jambore Anak Sekolah Minggu HKBP Distrik V Sumatera Timur 2019 jumlah orang yang terlibat kali ini meliputi anak sekolah minggu wilayah Pematangsiantar dan Simalungun sebanyak 1.053 orang. Mereka yang jadi peserta jambore adalah anak sekolah minggu HKBP, gereja tetangga dan murid/pelajar dari SD dan SMP yang duduk di kelas 4 SD hingga kelas 3 SMP. Panitia membagi setiap anak dalam kelompok-kelompok kecil, dimana setiap kelompok dipimpin seorang guru pembimbing yang akan memimpin acara sejak bangun tidur di pagi hari hingga malam menjelang istirahat.

(foto:joe/suarasiantar)

Selanjutnya, mereka tidak diperkenankan membawa alat-alat komunikasi seperti ponsel, dan tidak diperkenankan menerima tamu, bahkan orangtua sekalipun. Komunikasi keluarga dengan anak atau sebaliknya, jika diperlukan, hanya melalui konselor. Terkecuali, dalam hal yang sangat mendesak atau darurat, demikian disampaikan oleh panitia.

(foto:joe/suarasiantar).

Pada acara pembukaan ini, diharapkan juga kehadiran para stake holder dalam pembinaan anak-anak, diharapkan hadir seperti pimpinan HKBP, media Yonif 122/TS, para pendeta dan para guru Sekolah Minggu HKBP.

(foto:joe/suarasiantar)

Di hari pertama Jambore, kegiatan diawali dengan ibadah pembukaan yang diikuti oleh seluruh peserta (termasuk orangtua, pengantar dan guru sekolah minggu),  pada Jumat (13/09/2019).

Pada kegiatan pertama tersebut, diharapkan anak-anak peserta dapat “mengalami perjumpaan dengan Tuhan”-nya melalui persekutuan dengan sesama anak-anak lainnya serta penghayatan iman selama Jambore berlangsung. Berikutnya, menemukan kesempatan baginya untuk mengekspresikan diri, menemukan kemungkinan baginya bertumbuh sesuai dengan tingkat perkembangannya, menemukan kegembiraan melalui permainan, perjumpaan dan persahabatan dengan anak-anak lain dari berbagai latar belakang yang berbeda.

(foto:joe/suarasiantar).

Ibadah dirancang dengan menggunakan ibadah harian yang diangkat dari Kathekhismus dan buku nyanyian anak-anak Sekolah Minggu HKBP. Rangkaian ibadah harian merupakan satu kesatuan dari seluruh ibadah.

Dalam kegiatan itu, konselor akan membimbing anak-anak dalam kelompoknya melalui serangkaian Penelaahan dan Pendalaman Alkitab (PA). Rangkaian PA merupakan satu kesatuan tema yang diuraikan ke dalam sub tema harian. Bahan PA itu sendiri disiapkan dan diolah oleh satu tim, sebelum dibahas lebih dalam lagi oleh para konselor.

(foto:joe/suarasiantar).

Dalam rangka memperluas wawasan dan keterampilan anak-anak sekolah minggu, selama jambore juga diadakan Outbound atau latihan yang di ajarkan oleh Prajurit Yonif 122/TS serta diikuti oleh anak-anak peserta jambore.

Kegiatan atau acara seperti elective session, berupa kunjungan ke tenda peserta jambore turut disiapkan dan diorganisir oleh fasilitator yang sesuai dengan bidang keahlian tertentu, seperti bidang kesehatan, IT dan fotografi, daur ulang, HKBP dan lainnya. Kemudian pada malam harinya diisi dengan kegiatan sosial. (joe/SS).

Facebook Comments

Comment

Leave a Reply

News Feed