Gepeng Menjamur di Kota Siantar, Ini Kata Dinsos

Pematangsiantar, suarasiantar.com |Kehadiran gelandangan dan pengemis atau disebut (gepeng) di Kota Siantar kini mulai marak. Para pengemis yang sebagian terdiri dari ibu-ibu tersebut beroperasi tak hanya dilampu merah saja.

Ada yang beroperasi di jalanan seperti di Jalan Raya, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat. Bahkan, ada juga beroperasi di lampuh merah Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Siantar Timur.

Tak itu saja, sebagian para gepeng juga ada yang pergi berkeliling ke rumah-rumah warga di Kota Pematangsiantar.

Hal itu dikatakan Mulyadi (24), salah satu aktivis USI, sat dikonfirmasi awak media ini dekat lampu merah Ahmad Yani, tepatnya Rabu (8/1) pagi, sekira jam 09.00 WIB, sembari memberikan sedikit rezeki kepada gepeng yang bernama Sulastri.

Sulastri (52), gepeng lampuh merah Jalan Ahmad Yani, kepada awak media, dirinya mengatakan, “Kaki saya sakit, makanya enggak bisa bekerja,” katanya. Sulastri juga mengaku penghasilan mengemis.

Semasa tahun baru meningkat tajam. Jika dalam hari-hari biasa dia hanya memperoleh Rp 50-an ribu per hari. Tapi tahun baru ini, kini Sulastri bisa mendapatkan dua kali lipat.

Ada pengemis yang nongkrong di dekat rumah warga. Bahkan, terdapat juga di tempat parkir keluar swalayan, Seperti yang terlihat di Siantar Plaza, Suzuya dan Ramayana. Terlihat, gepeng menodongkan mangkok plastik bekas maupun tangannya untuk meminta uang kepada orang yang lewat. Kota Pematangsiantar tampaknya sebagai kota tujuan bagi pengemis, gelandangan dan anak jalanan dari kawasan sekitarnya.

Secara terpisah, Risbon Sinaga selaku Kabit Dinas Sosial Kota Siantar saat dikonfirmasi menjelaskan, jika di kota Pematangsiantar ia mengamini bahwa pengemis (gepeng) sudah mulai marak di kota Pematangsiantar. “Benar bang, memang sudah mulai banyak gepeng masuk ke kota kita ini, sesuai dari pantauan kami sendiri,” ujar Risbon Sinaga.

Risbon Sinaga juga menegaskan, dalam waktu dekat ini pihaknya bekerja sama dengan pihak Satpol PP, akan segera mengadakan razia untuk melakukan penertiban bagi gepeng. “Dalam waktu dekat, kita melakukan razia. Karena sekarang ini, masih suasana tahun baru, bang. Jadi masih banyak kegiatan,” tambah Risbon Sinaga menjelaskan.

Saat dipertanyakan, dimana nantinya gepeng tersebut diserahkan setelah dilakukan razia, Risbon Sinaga menyebutkan tentunya akan bekerjasama dengan pihak panti asuhan swasta yang ada di kota Pematangsiantar. “Kan Panti asuhan Pemko Siantar belum ada, jadi kita nanti bekerjasama-lah sama pihak panti asuhan swasta. Kita nanti berkoordinasi juga dengan mereka agar diterima,” tutup Risbon Sinaga, sembari memutuskan sambungan telepon seluler-nya. (joe/suarasiantar).

Facebook Comments

Comment

Leave a Reply

News Feed