Geledah Kediaman ARA,Ini Barang Bukti yang Dibawa Polisi

Siantar,suarasiantar.com |
Setelah menetapkan ARA sebagai tersangka, penyidik Satreskrim Polres Pematangsiantar menggeladah rumah kontrakan ARA yang selama ini dihuni kedua pasangan belia ini yang berada di Wilayah Simpang Kerang, Jalan Sumber Jaya, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar,Selasa (08/09/2020).

Polisi menemukan celana, pakaian dalam dan kosmetik saat mencari barang bukti kasus dugaan perdagangan manusia atau human trafficking ABG 15 tahun berinisial RA, oleh pacarnya sendiri berinisial ARA (17).

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Siantar AKP Edi Sukamto menuturkan, pencarian barang bukti untuk pendalaman kasus human traffciking yang diduga dilakukan ARA terhadap pacarnya tersebut.

Pencarian barang bukti di lokasi memakan waktu sekitar 1 jam lamanya. Selain menyita celana, pakaian dalam serta kosmetik milik korban. Polisi juga turut menyita senjata tajam berupa sangkur dan pedang.

“Penggeledahan yang dilakukan petugas kami untuk mencari barang bukti hasil dugaan penjualan korban oleh pacarnya,” katanya kepada wartawan

AKP Edi memaparkan, temuan sejumlah barang bukti kemudian diamankan untuk diperiksa lebih lanjut. Hingga saat ini pihaknya masih terus mendalami kasusnya perdagangan manusia tersebut.

Saat proses pencarian barang bukti hasil penjualan korban, ARA tak banyak berbicara beberapa kali dilontarkan pertanyaan oleh wartawan. Ia yang mengenakan seragam tahanan tampak hanya membisu.

Sebelumnya, RA, anak baru gede atau ABG 15 tahun di Siantar dijual pacarnya dengan tarif sekali kencan Rp 300 ribu. Polisi menyebut aksi bejat pelaku nekat menjual pacarnya sudah 9 kali lewat aplikasi Mi Chat.

AKP Edi Sukamto kembali menjelaskan terbongkarnya kasus ini setelah pihaknya mendengar keributan antara korban dengan pacarnya berinisial ARA (17) dan seorang pria lainnya di wilayah tempat tinggal tersangka.

“Waktu mereka ribut cekcok mulut gitu kedengaran sama warga setempat soal ceweknya mau dijual gitu. Didatangi lah ama warga ini tadi,” kata Kasat kepada wartawan, Senin (7/9).

Belum diketahui jelas duduk masalah hingga ketiganya ribut di lokasi. Namun Edi menduga keributan dipicu soal layanan seks.

Masih kata Kasat Reskrim itu, pihaknya setelah mendengar keributan langsung mengamankan keduanya dari lokasi. Korban yang dimintai keterangan oleh penyidik pun akhirnya buka suara terkait ia yang dijual sang pacar lebih dari beberapa kali.

“Dari keterangan korban soal dugaan dijual tadi sudah 9 kali. Tarifnya 300 ribu sekali kencan lewat (aplikasi) Mi Chat. Uangnya mereka gunakan untuk bayar kos, makan, untuk sehari hari lah ,” katanya.

Menurutnya RA berdomisili di Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, sedangkan pacarnya warga Berastagi, Kabupaten Karo.

Keduanya belum lama ini menjalin kasih sejak berkenalan lewat sosial media Facebook.

“Mereka ini pacaran sekitar 3 bulan dan tinggal satu atap disana (kos). Keluarganya sama-sama broken home,” ujarnya.

ARA Ditetapkan Tersangka

Imbuh AKP Edi pacar RA, ARA resmi telah ditetapkan tersangka atas kasus pencabulan. Sebab selama tinggal satu atap keduanya menjalin hubungan layaknya suami istri.

“Iya (ARA) tersangka atas pencabulan dan sudah ditahan. Yang bersangkutan dijerat Pasal 81, 82, 83 UU Perlindungan Anak (UU No 35 Tahun 2014). Ancamannya 15 tahun penjara,” ujarnya.

Terkait kasus human trafficking atau perdagangan manusia polisi masih perlu mendalami untuk menjerat pacar korban. Sebab kata dia alat bukti seperti handphone yang dipakai untuk menjajakan korban dibawa seorang pria lainnya yang kabur saat keributan terjadi.

“Untuk trafficking-nya masih kami dalami lagi. Bukti handphone itu sebenarnya petunjuk untuk kasus ini, karena lewat chat soal jual korban. Tapi saat keributan seorang (pria) yang kabur ini merampas HP yang digunakan korban dan pacarnya. Mereka satu HP,” ujarnya. (SS02/suarasiantar)

Facebook Comments

Comment

Leave a Reply

News Feed