FRAKSI Sesalkan Sikap P4B Terkait Pencurian

Siantar,suarasiantar.com |
Front Rakyat Siantar untuk Pemerintahan Bersih (FRAKSI) menemukan beberapa fakta permasalahan yang terjadi belakangan ini terhadap pedagang pasar horas, yaitu tentang kehilangan barang dagangan milik para pedagang pasar horas menjadi permasalahan tambahan dari beberapa rentetan masalah yang kini menerpa PD. Pasar Horas Jaya Kota Pematangsiantar.

“Namun, sangat kita sayangkan sikap dan respon yang disampaikan oleh Pelindung Persaudaraan Pedagang Pasar Bersaru Pematangsiantar (P4B), karena cenderung bersifat subyektif dan reaksioner dalam menyikapi permasalahan yang ada, sehingga publik sangat kehilangan inti masalah dari musibah yang dialami oleh para pedagang,”Tutur Kordinator Fraksi Fery Simarmata, Jumat (14/2)

Lanjutnya,terkait dengan masalah kehilangan barang dagangan milik para pedagang pasar horas baru baru ini, telah secara resmi dilaporkan kepada pihak berwajib melalui laporan resmi yang disampaikan oleh para korban.

Tetapi, menjadi sangat menarik bila kita melihat duduk persoalan tentang kasus kehilangan barang dagangan milik para pedagang itu, yaitu bahwa para pedagang yang mengalami musibah kehilangan itu adalah pedagang  yang masuk dalam kategori Pedagang Kaki Lima (PKL), dimana sesuai dengan peraturan yang berlaku di PD. PHJ, bahwa para pedagang kaki lima tidak dibenarkan untuk meninggalkan barang dagangannya di lokasi (lapak) tempat dia berjualan setelah aktivitas berjualan selesai menurut ketentuan yang ada.

“Artinya telah menjadi kesepakatan yang baku bahwa bagi pedagang kaki lima tidak dibenarkan untuk meninggalkan barang dagangannya dilokasi (lapak) dia berjualan. Kami kira hal ini menjadi entry poin kita memahami secara utuh tentang kejadian yang ada,”Ucapnya

Lalu, ketika peristiwa kehilangan barang dagangan milik para pedagang kaki lima itu terjadi, pihak managemen PD.PHJ, melalui Direktur SDM dan bagian Trantib telah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian dan melakukan beberapa tindakan untuk menelusuri peristiwa yang ada sebagai bentuk pertanggungjawaban tugas.

“Adalah sangat mengganjal sekali dari kasus ini, ketika dalam perkembangan kasusnya, pihak P4B yang menyatakan dirinya sebagai organisasi pedagang ujug-ujug menyimpulkan bahwa kejadian ini menjadi tanggungjawab penuh bagian Direktur SDM dan Bagian Trantib,”Terang Fery

Fery kemudian mempertanyakan sikap P4B yang hanya menyerang personal Direktur SDM Imran Simanjuntak.

Dari hasil temuan kita dilapangan, sangat mendasar alasan kita bahwa P4B ternyata bisa jadi ingin mengembangkan lahan garapan kekuasaannya untuk menguasai sektor sektor pendapatanya di wilayah PD PHJ.

Faktanya lahan parkir yg terletak di depan tangga besar imam bonjol dan sutomo telah di pihak ketigakan kepada P4B. Bisa jadi mereka juga ingin menggarap lokasi lain, dimana Direktur SDM Imran Simanjuntak dianggap sebagai orang yang tidak setuju dengan praktek demikian, ditengah PD. PHJ sedang melakukan pembenahan baik secara internal dan eksternal,Imbuhnya

Masih Kata Fery,tentu sikap dan pandangan P4B dalam merespon polemik yang ada sangat tidak berdasar, seharusnya semua pihak bisa jernih memahami masalah. Disisi lain, ketika berbicara Perusahaan harusnya semua pihak lebih komprehensif memandangnya, bahwa diperusahaan tersebut memiliki struktur organisasi yang sangat jelas dan siapa penanggungjawab sepenuhnya, dalam hal ini ada Direktur Utama sebagai leader dari perusahaan.

“Mengapa hal tersebut sepertinya luput dari perhatian organisasi pedagang?Seharusnya, mekanisme yang benar permasalahan dimaksud disampaikan kepada Dirut, lalu Dirut mengkoordinasikan hal tersebut kepada seluruh jajarannya untuk mengambil tindakan atas permasalahan yang ada, bukan malah menitikberatkan sebuah permasalahan pada pihak yang tidak menjadi penentu,”ungkapnya

Franksi menduga,permasalahan ini tidak dapat disampaikan kepada Direktur Utama PD.PHJ karena yang bersangkutan sangat jarang berada ditempat, sebagaimana data dan informasi yang kami dapatkan dilapangan,tukasnya (SS02/suarasiantar)

Facebook Comments

Comment

Leave a Reply

News Feed