Dua Hari,Dua Warga Simalungun Bunuh Diri

Simalungun,suarasiantar.com |
Polres Simalungun mencatat,ada 2 kasus bunuh diri dengan cara gantung diri. TKP pertama terjadi hanya dalam 2 hari,yakni di Huta I Nagori Bosar Galugur Kecamatan Tanah Jawa,Minggu (15/03) sekira pukul 21.00 Wib dan TKP kedua Huta Baruci Nagori Pematang Pane Kecamatan Panombean Pane Kabupaten Simalungun,Senin (16/03) sekira pukul 10.00 Wib.

Pada TKP pertama,korban Viktor Siahaan (77) warga Huta I Nagori Bosar Galugur ditemukan bunuh diri di dalam ruang tengah rumahnya dengan menggunakan seutas tali nilon.

Korban Viktor diketahui bunuh diri setelah warga sekitar bernama Berlin Panggabean (62) dan Puluansam Ompusunggu (31) melihat korban ke rumahnya.

“Sesampainya di rumah korban lampu dalam keadaan padam, lalu Berlin menyeter dengan lampu senter kedalam rumah korban dan setelah disenter kedalam rumah korban, kedua warga  melihat dan menemukan korban Viktor telah Gantung Diri,”ungkap Kapolsek Tanah Jawa AKP Syamsul Baharudin,Minggu (15/03).

Pihak kepolisian kemudian melakukan pemeriksaan secara medis oleh Bidan setempat.Pihak keluarga korban kemudian membuat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi.

Selanjutnya,pada TKP kedua, dengan korban Diana boru Lumban Tungkup (35) seorang ibu rumah tangga warga Huta Baruci Nagori Pamatang Pane  Kecamatan Panombean Pane.

“Diana menggunakan 2 helai kain Selendang (syal) warna orange motif bunga dan warnah abu-abu,”Kata Kapolsek Panei Tongah AKP Juni Hendrianto,Senin (16/03).

Lanjut Kapolsek menjelaskan,Korban Diana pertama kali diketahui oleh anaknya Tiwi (6) dan menyampaikan kepada Tiomsi boru Nainggolan (72) bahwasanya ibunya telah meninggal karena gantung diri.

Setelah mendapatkan informasi tersebut,Tiomsi  kemudian menghubungi Gamot J.Pakpahan. Ketiganya kemudian pergi kerumah korban dan melihat korban sudah tergantung dan diduga sudah meninggal dunia.

Pihak kepolisian yang mendapat informasi tersebut kemudian mendatangi TKP guna melakukan pemeriksaan dan menghubungi Dokter Puskesmas guna melakukan pemeriksaan medis.

“Korban meninggal dalam keadaan lidah menjulur dan dari kelamin korban mengeluarkan cairan.Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lainya,”ungkap Kapolsek

Diduga korban melakukan gantung diri disebabkan karena putus asa akibat penyakit yang di deritanya.

“Pada bulan Januari 2020  korban baru menjalani operasi caesar.Namun hingga sampai saat korban meninggal dunia belum juga sembuh,”imbuh AKP Juni Hendrianto

Pihak Keluarga korban juga bersedia membuat Surat Pernyataan untuk tidak dilakukan otopsi,tandasnya
(SS02/suarasiantar)

Facebook Comments

Comment

Leave a Reply

News Feed