Diduga Abaikan Himbauan Kasat Lantas, Pengusaha Ponsel Tetap Ngotot Pasang Stand Karet di Trotoar dan Badan Jalan

Pematansiantar, suarasiantar.

Diduga dua kali mengabaikan himbauan Kepala Satuan Lalu-lintas (Kasat Lantas) Polresta Pematansiantar, AKP. Septian Dwi Rianto, SH, SIK., membuat pengusaha ponsel grosir ponsel yang terletak di Jalan Merdeka, Kelurahan Proklamasi, Siantar Barat, tepatnya disamping Bank BNI, tetap nekat memasang stand karet promosi ponsel di badan jalan atau aspal dan trotoar, Selasa (13/8/2019) sore sekira pukul 18.30 WIB.

Informasi dihimpun, peresmian pembukaan gerai grosir ponsel tersebut berlangsung selama tiga hari, sejak Senin hingga Rabu (12-14/8/2019). Kemudian dalam pengurusan surat izin keramaian di Satuan Intelkam, telah disepakati beberapa poin persyaratan. Dimana salah satu persyaratan, tepatnya Poin 2 adalah untuk tidak menggunakan trotoar.

Stand karet yang dibuka, atas instruksi Kasat Lantas, melalui Kanit Dikyasa pada himbauan pertama. (fred/SS)

Namun sangat disayangkan, persyaratan itu nampaknya dilanggar pengusaha ponsel yang belum diketahui identitasnya tersebut, dengan memasang stand karet bertuliskan merek suatu ponsel, berwarna kuning, serta peralatan sound system, di atas trotoar dengan ukuran besar berwarna hijau, yang dipasang di atas badan jalan atau aspal, sejak Senin (12/8/2019).

Selanjutnya, pada Selasa (13/8/2019) sore pukul 16.21 WIB, setelah menerima keluhan dari warga, Kasat Lantas Polresta Pematansiantar memerintahkan Kanit Dikyasa, IPDA Nana Sandar, dan seorang personil Intelkam, mendatangi toko ponsel terebut, dan menghimbau untuk membuka pemasangan stand karet terpasang.

Namun setelah Kanit Dikyasa pergi, pengusaha ponsel kembali memasang stand karet tersebut.

KBO Sat Lantas, IPTU Jahrona Sinaga, saat mendatangi gerai ponsel dan menyampaikan himbauan Kasat Lantas yang kedua kalinya, untuk membuka stand karet promosi. (fred/SS)

Warga pun kembali melayangkan protes, sehingga sekira pukul 17.21 WIB, Kasat Lantas kembali memerintahkan Kaurbin Ops (KBO), IPTU Jahrona Sinaga, memberikan himbauan kembali, untuk membuka stand karet tersebut.

Untuk kedua kalinya, setelah Jahrona pergi, pengusaha ponsel tersebut kembali membandel dan terkesan menghiraukan himbauan dari Kasat Lantas. Mereka nekat memasang stand karet tersebut di atas badan jalan. Tidak hanya sampai di situ, para tenaga SPG malah menari dan berjoget ria diiringi musik, sembari membagi-bagikan brosur produk ponsel kepada warga yang melintas.

Padahal di dalam UU No.22 Tahun 2009, Tentang Lalu-lintas dan Angkutan Jalan, sudah jelas diatur fungsi trotoar dan badan jalan. Kemudian diatur juga sanksi terhadap pelanggar undang-undang tersebut. Selain itu, penggunaan trotoar dan badan jalan tidak sesuai fungsinya, dimana akan sangat membahayakan kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki. Sebab warga pejalan kaki terpaksa harus berjalan di badan jalan, yang beresiko tertabrak kendaraan yang ramai melintas di inti kota Pematangsiantar, selain juga akan mengakibatkan kemacetan lalu-lintas.

Sementara itu, Kasat Intelkam, AKP Sucipto Samosir, saat dikonfirmasi melalui Kaurbin Ops (KBO) IPTU Suparmen, saat ditemui di ruangan kerjanya mengaku, Sat. Intelkam telah mengeluarkan surat izin keramaian peresmian pembukaan gerai grosir ponsel di dekat Bank BNI tersebut, dan membenarkan adanya pelanggaran salah satu persyaratan dalam pengurusan surat izin keramaian.

“Memang kami ada mengeluarkan surat izin keramian, dan ada tertulis di persyaratan poin 2, dimana untuk tidak menggunakan trotoar,” ujar Suparmen.

Akan tetapi Suparmen tidak memberikan jawaban perihal sikap dan tindakan terhadap oknum pengusaha ponsel yang telah melanggar persyaratan dalam pengurusan surat izin keramian tersebut. “Masalah pelanggaran penggunaan trotoar dan badan jalan adalah tugas Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol PP),” jawabnya singkat.

Kasat Lantas Polresta Pematangsiantar, saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp (WA) pada Selasa (13/8/2019) siang, sekira pukul 14.48 WIB mengatakan, penggunaan trotoar dan badan jalan tidak diperbolehkan. Hanya saja Sat. Lantas Polresta Pematangsiantar sebatas memberikan himbuan atau teguran, sedangkan untuk penindakan merupakan kewenangan dan tugas dari SatPol PP Pematangsiantar.

“Itu tidak boleh Pak. Anggota sudah saya perintahkan kesana, tetapi untuk penindakan tetap kewenangan Sat. Pol. PP ,” ujar Kasat Lantas.

Sangat disayangkan, hingga berita ini diturunkan ke redaksi, perwira jebolan Akademi Kepolisian (Akpol) tersebut, sama sekali tidak memberikan jawaban atau tanggapan perihal dua kali himbauannya diduga telah diabaikan oknum pengusaha dan pemilik gerai ponsel tersebut. (Fred/SS)

Facebook Comments

Comment

Leave a Reply

News Feed