DARA ADINDA KESUMA NASUTION, SAATNYA YANG MUDA TERJUN KEPOLITIK

SIANTAR, suarasiantar.com – Dara Adinda Kesuma Nasution sudah lama memiliki ketertarikan dengan politik. Setelah lulus SMA Negeri 2 Kota Siantar, langsung melamar di FISIP Universitas Indonesia (UI) dan lulus. Sekarang, bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan menjadi salah satu bakal calon anggota DPR RI pada Pemilu Legislatif 2019 mendatang.

“DPR memiliki posisi kunci untuk melakukan perubahan lebih balk bagi rakyat,” ujarnya sembari mengatakan kalau partai politik mengirimkan orang-orang buruk ke parlemen hasilnya tentu kehancuran.

Kalau yang dikirim orang-orang terbaik, Indonesia menurut perempuan kelahiran 1995 ini akan sejahtera. Pilihannya dengan PSI karena banyak partai yang sudah dipercaya puluhan tahun mendudukkan wakilnya di parlemen tetapi hasilnya masih mengecewakan. Karena itu, PSI dikatakan sebagai alternatif untuk melakukan perubahan lebih baik.

Dara Adinda Kesuma Nasution. Caleg DPR – RI, Partai PSI Dapil 3 SUMUT (ist/suarasiantar.com)

Sejak SD, Dara sudah hobby membaca dan sampai SMA selalu meraih juara kelas. Hal itu dikatakan berkat tempaan disiplin orang tuanya yang berasal dari kalangan keluarga besar TNI.Kemudian, selama 4 tahun kuliah di Fisip UI Jurusan Komunikasi, Dara selalu menuai prestasi. Pernah juara pertama dan finalis favorit Indonesian Innovation and Entrepreneurship

Exhibition, UI (2015). Juara pertama lomba Data Driven Journalism yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (POI), JARING dan Kantor Staf Presiden (2017). Juara Media Matters Pekan Komunikasi UI (2016). Dipilih sebagai salah seorang peserta program dua tahun XL Future Leaders. Sebuah program yang menyeleksi 150 mahasiswa Indonesia terbaik dari 16.500 peserta.

Dara Adinda Kesuma Nasution Caleg DPR – RI, Partai PSI Dapil 3 SUMUT bersama pedagang kaki 5 (ist/suarasiantar.com)

Untuk membiayai hidupnya sebagai perantau, Dara bekerja sambilan di Humas UI dan ikut penelitian di Pusat Kajian Komunikasi UI. Kemudian, sempat magang di Kantor Staf Presiden di tahun 2016. Puncak prestasinya dinobatkan sebagai lulusan terbaik FISIP UI 2017 dengan memperoleh IPK 3,95. Sehingga diberi kepercayaan berpidato mewakili seluruh lulusan UI pada saat wisuda akhir tahun 2017.

“Saat menyampaikan pidato wisuda lalu itu, saya memetik pernyataan Tan Malaka. Jika kaum muda yang telah belajar di sekolah menganggap dirinya terlalu tinggi dan pintar untuk melebur dengan masyarakat yang bekerja dengan cangkul dan hanya memiliki cita-cita sederhana, maka lebih baik pendidikan itu tidak diberikan sama sekali.” bebernya. (ryz)

Facebook Comments

Comment

Leave a Reply

News Feed